MEMBANGUN
JARINGAN KOMPUTER CLIENT-SERVER LINUX
TIM JAWA TIMUR
T E C H N I C A L S U P P O R T
BAB I
MERAKIT KOMPUTER
Setelah semua peralatan telah ada dan di persiapkan maka kita akan mulai merakit sekarang dan anda perlu mempersiapkan peralatan yang akan dibutuhkan antara lain :
- obeng plus (+)
- obeng minus (-)
- tang
- baud dan mur yang diperlukan
- kabel arus yang menghubungkan power supply ke stop kontak
- kabel arus untuk menghubungkan monitor ke casing
setelah semua lengkap maka bersiap-siaplah anda sekarang.
II.1 MERAKIT
sebelum mulai merakit komputer pastikan kabel yang menghubungkan ke power supply tidak terhubung dengan listrik. Untuk menjaga keselamatan anda, anda bisa menggunakan alas kaki agar anda tidak kesetrum.
A. Langkah pertama
Sebelum memasang mainboard ke casing, pastikan casing dalam keadaan terbuka. Kemudian buka mur di bagian pinggir casing tersebut sehingga bagian tersebut terpisah atau lepas. Selanjutnya angkat bagian pinggir casing tersebut terpisah atau lepas. Selanjutnya angkat bagian pinggir casing tersebut.
Langkah berikutnya adalah seperti uraian berikut ini:
1. Buka bungkus atau kardus motherboard dan periksa isinya. Dalam kardus tersebut harus tersedia kabel IDE, kabel serial dan kabel pararel.
2. Buka tuas/pengunci processor jika anda menggunakan processor pentium klasik atau sejenisnya. Jika anda menggunakan processor pentium II atau celleron yang harus anda lakukan adalah memasang CPU ke pengunci yang telah disediakan. Biasanya pengunci CPU berikut kipas (cooler) sudah dipasang di CPU.
3. Buka door processor. Jika processor belum terpasang cooler (kipas anging penutup CPU) anda masukkan terlebih dahulu ke cooler tersebut.
4. Masukkan CPU ke soket atau slot yang tersedia. Jika anda menggunakan processor pentium klasik pastikan ujung kaki CPU tersebut. Biasanya kaki CPU yang menjadi patokan bentuknya tidak menyudut dan beda dengan lainnya. Jika anda menggunakan CPU Pentium II atau Celleron langkah ini anda lewati.
5. Masukkan tuas pengunci CPU ke dalam soket atau slot yang tersedia. Kemudian pasang pengunci tuas tersebut hingga tegak dan berdiri.
6. Setelah pengunci CPU Anda pasang di atas slot, langkah selanjutnya adalah memasang CPU ke dalam slot tersebut.
7. Pada saat memasang CPU anda perhatikan jangan sampai terjadi benturan atau gesekan yang berarti. Perlakukan barang ini dengan halus dan hati-hati.
8. Tekan ujungnya untuk memastikan CPU masuk ke slot dengan sempurna.
9. Setelah semua kebutuhan terpasang langkah selanjutnya adalah memasang motherboard tersebut ke bagian casing yang harus Anda buka terlebih dahulu kemudian memasang motherboard ke dalam casing tersebut.
Gambar : membuka tutup casing
Gambar: memasang Motherboard
10. Gunakan plastik yang tersedia dalam kotak untuk menghindari ground. Selain itu baud dan mur yang terpasang tidak menyentuh bagian luar dari casing. Hal ini perlu untuk menghindari menyebarnya arus ke luar. Untuk itu gunakan ring yang ada.
11. Pasang plastik penjepit motherboard dan baud yang sesuai dan telah tersedia untuk memasang motherboard ke casing. Pastikan motherboar kokoh dan tidak goyang. Hal ini perlu untuk menghindari goncangan yang merugikan.
12. Setelah motherboard terpasang di bagian casing yang anda buka tersebut selanjutnya pasang atau tempelkan kembali bagian casing yang telah menempel di sisi motherboard lengkap dengan CPU. Memori juga bisa dipasang jika anda menginginkannya. Hati-hatilah pada saat pemasangan
ini. Usahakan jangan sampai terjadi benturan terutama bagian CPU yang berdiri tegak.
13. Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel-kabel.
14. Pasang kabel arus yang menghubungkan motherboard ke power supply. Kabel ini terdiri dari beberapa warna. Untuk itu pastikan kabel yang berwarna hitam berada di tengah-tengah konektor tersebut.
15. Masukkan kabel speaker, reset, led hdd, power on, led on ke pin panel sesuai dengan jumpernya. Biasanya di motherboard sudah tertera tulisan untuk masing-masing kabel.
Gambar: memasang kabel ke pin panel
Gambar : memasang kabel power
Setelah selesai memasang semua kabel dan konektor tersebut anda bisa mencoba komputer tersebut dengan jalan memasukkan kabel dari power supply ke arus listrik (stop kontak). Jika terdengar bunyi BEEP beberapa kali berarti CPU dan motherboard sudah terpasang dengan baik. Bunyi BEEP ini akan keluar jika anda belum memasang RAM. Selain itu power sudah menyala. Matikan power secepatnya.
B. Langkah Kedua
Setelah terdengar bunyi beep berarti pekerjaan anda pada langkah ini telah selesai. Bunyi beep tersebut berarti komputer meminta memory. Untuk itu lanjutkan pekerjaan anda dengan memasang memory. Langkah-langkahnya :
1. Pasang ram atau memory sesuai dengan jenisnya
2. Jika anda menggunakan memori jenis lama berarti anda harus memasannya di slot atau soket SIMM1 dan SIMM2. sedangkan jika anda menggunakan jenis SDRAM anda harus memasangnya di slot DIMM1 atau DIMM2.
3. Periksalah apakah memory sudah tertancap di slotnya dengan baik atau belum.
Gambar : memasang ram
C. Memasang Kabel Serial dan Paraller
Untuk memasang kabel serial (COM1 dan COM2) yang harus anda lakukan adalah menancapkan kabel tersebut sesuai jumper atau pin yang tersedia. Untuk jelasnya ikuti prosedur berikut :
1. Pasang kabel serial ke COM1 dan COM2. pastikan kabel yang bergaris merah berada di bagian belakang.
2. pasang kabel parallel ke LPT1. kabel yang bergaris atau bertepi merah dibagian pinggirnya harus berada di bagian belakang.
3. pasang mur untuk menancapkan bagian luar konektor tersebut.
Setelah semua pekerjaan anda dibagian ini selesai dilaksanakan langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah memasang kartu grafik, kartu suara, harddisk, diskdrive dan sebagainya.
D. Memasang Kartu Grafik dan Ethernet Card
Untuk memasang kartu grafik Anda bisa tinggal menancapkannya ke slot PCI/ISA/AGP. Untuk memasang kartu Ethernet Anda bisa tinggal menancapkannya ke slot ISA/PCI.
Gambar : memasang kartu grafik
Gambar : memasang Ethernet Card
E. Memasang Harddisk, Diskdrive dan CDROM
A. Memasang Diskdrive
Untuk memasangnya tidaklah terlalu sulit, maka ikuti prosedur seperti dibawah ini :
Gambar: memasang diskdrive
1. pasang diskdrive ke Casing
2. masukkan kebl diskdrive ke konektor FDD yang tersedia di motherboard. Kabel yang berwarna merah di bagian pinggir harus berada di belakang.
3. tancapkan kabel ke diskdrive. Kabel yang berwarna merah harus berada berdekatan dengan kabel power.
4. pasang kabel power ke diskdrive
5. jalankan komputer. Jika tidak terjadi sesuatu diskdrive langsung dikenali oleh komputer. Namun apabila diskdrive tersebut tetap menyala dan tidak berfungsi berarti kabel konektor pemasangannya terbalik. Untuk itu cepat komputer dimatikan dan balik pemasangan kabel tersebut.
B. Memasang Harddisk
Untuk memasang harddisk ikuti prosedur berikut :
Gambar : memasang harddisk
1. pasang harddisk ke Casing
2. tancapkan kabel ke harddisk. Ke IDE(1) connector di motherboard.
3. Tancapkan kabel ke harddisk. Kabel yang berwarna merah tetap harus berdampingan dengan kabel power.
4. pasang kabel power ke harddisk
5. jalankan komputer
6. kemudian anda lakukan setting terhadap harddisk tersebut. Anda harus membuka SETUP BIOS dengan cara menekan tombol Del atau Delete pada saat komputer menampilkan Press Del To Enter SETUP
7. pilih HDD AUTODETECTION. Setelah itu program akan menampilkan pilihanyang harus anda isi. Dalam hal ini anda cukup menekan tombol Y (Enter) dan N (Esc). Setelah selesai mengambil salah satu pilihanyang sesuai, program akan kembali ke menu awal bios.
8. pilih save untuk menyimpan setting bios
C. Memasang CDROM drive
Langkah-langkah pemasangannya :
Gambar : memasang cdrom
1. pasang CDROM ke casing
2. tancapkan kabel CDROM ke IDE (2) connector atau andabisa juga memasangnya di antara kabel harddisk. Hanya jika jalan ini yang anda tempuh salah satujumper di CDROM harus diganti ke slave.
3. tancapkan kabel ke CDROM . kabel yang berwarna merah tetap harus berdampingan dengan kabel power.
4. pasang kabel power.
5. dengan mengikuti prosedur tersebut anda telah selesai memasang harddisk, diskdrive dan cdrom drive. CDROM drive walaupun sudah dikenali oleh komputer tetapi belum bisa digunakan. Karena dia harus di instalasi drivernya.
II.2 INSTALASI JARINGAN
Untuk penggunaan suatu jaringan terlebih dahulu kita harus mengenal beberapa media-media yang digunakan untuk jaringan. Antara lain topologi yang dipakai apakah menggunakan Topologi Ring, Topologi Star, ataupun Topologi Bus. Akan tetapi disini kita akan menggunakan Topologi Star yang seperti tampak pada gambar dibawah, karena keistimewaan pada Topologi Star
jika terjadi kerusakan pada satu komputer pada jaringan, tidak mengakibatkan kerusakan pada komputer atau hubungan jaringan yang lainnya yang terhubung pada satu jaringan lokal tersebut.
Media lainnya yang akan dibutuhkan juga antara lain kabel UTP, RJ45, tang crimping, NIC / Ethernet Card dan HUB.
Untuk penyambungan kabel UTP dengan konektor RJ45 menggunakan tang crimping. Untuk bentuk straight dengan urutan warna kabel serperti dibawah ini:
1. White/Orange
2. Orange
3. White/Green
4. Blue
5. White/Blue
6. Green
7. White/Brown
8. Brown
Gambar : memasang kabel UTP ke konektor RJ45
Gambar : proses krimping
Gambar : hasil krimping
Setelah proses krimping selesai Anda dapat langsung menghubungkan komputer lewat kabel jaringan tersebut melalui HUB seperti pada gambar Topologi Star di atas. Jika sudah semua anda bisa menghidupkan computer dan mentest computer tersebut. Jika sudah kita beralih ke instalasi O/S dan driver-drivernya.
BAB II
INSTALASI LINUX MANDRAKE 9.0
Sebelum melakukan proses instalasi linux ada beberapa hal yang harus diketahui dalam melakukan proses instalasi Linux Mandrake 9.0, seperti kebutuhan hardware yang akan diperlukan dalam instalasi tersebut.
II.1 KEBUTUHAN HARDWARE
Spesifikasi Hardware yang dipakai :
Komputer Server
Komputer Intel P4
Monitor 14”
Harddisk 20 GB
RAM 128 MB
CDROM
FDD 1.44 MB
Komputer Client
Komputer Intel PIII
Monitor 14”
Harddisk 20 GB
RAM 128 MB
CDROM
FDD 1.44 MB
II.2 PROSES INSTALASI
Selanjutnya kemudian mempersiapkan CD LINUX MANDRAKE 9.0 yang akan dipakai untuk instalasi Operating System Linux.
Sebelum melakukan instalasi linux yang langsung boot dari CDROM, harus dilakukan perubahan setting BIOS terlebih dahulu.
1. Untuk melakukan setting pada BIOS maka harus masuk dahulu ke CMOS BIOS SETUP dengan cara menekan tombol Ctrl+Alt+Del.
2. Kemudian langkah selanjutnya masuk ke bagian BIOS FEATURE SETUP untuk mengatur urutan booting yang terdapat di bagian BOOT SEQUENCE dengan urutan CDROM, A,C .
Jika sudah selesai, lalu simpan hasil setting yang baru dengan menekan tombol ESC dan pilih Save Changes dan keluar dari BIOS.
3. Masukkan CD #1 LINUX MANDRAKE 9.0 ke dalam CDROM dan restart ulang komputer agar booting langsung dari CDROM.
4. Kemudian akan muncul tabel dialog pemilihan modus bahasa yang akan digunakan, di sini dipilih modus bahasa English (United States) lalu klik tombol OK.
5. LICENSE, merupakan kesediaan untuk memakai dan menggunakan Sistem Operasi linux yang open source ini sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. Disini kita setujui dengan mengklik pilihan ACCEPT yang berarti setuju.
6. MODE INSTALASI, di bagian ini akan ditanya mode yang bagaimana yang akan dipakai, apakah mode yang disarankan atau yang sudah ahli. Di sini dipilih mode Expert.
7. Di bagian ini ditanya “apakah anda memakai disk scsi ? “, karena disini tidak memakai disk SCSI maka dipilih “NO” lalu klik tombol OK.
8. MEMILIH TYPE MOUSE, Untuk type mouse dapat digunakan pilihan standard dan klik OK.
9. MEMILIH TYPE KEYBOARD, untuk type keyboard gunakan pilihan untuk type keyboard “US Keyboard” untuk pilihan standard dan klik OK.
10. MEMILIH TINGKAT KEAMANAN, dibagian ini dipilih tingkat keamanan standard lalu klik OK.
11. Selanjutnya melakukan partisi terhadap harddisk dan dibutuhkan 3 bentuk partisi (partisi /, partisi /home, partisi swap). Untuk membuat partisi tersebut disini kita menggunakan Automatic Partition, yang mana akan secara otomatis dibuat ke 3 partisi yang tersebut diatas.
12. MEMILIH PAKET YANG AKAN DI INSTALL, untuk paket instalasi dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan, apakah komputer akan dipakai untuk server atau workstation dengan cara memberi tanda centang pada paket yang dipilih. Untuk komputer server paket-paket yang harus di install adalah semua paket yang ada di server antara lain paket untuk (FTP, DNS, MAIL, DATABASE, WEBSERVER). Untuk komputer client atau workstation dapat di install paket-paket yang ada di bagian workstation. Jika semua paket yang akan di install sudah dipilih lalu klik tombol Install dan proses instalasi akan dijalankan.
13. Jika proses instalasi selesai Anda akan diminta untuk mengisi password sebagai root untuk komputer tersebut.
14. Jika sudah di isi selanjutnya membuat user baru dengan mengisi Username dan password sebagai user.
15. Setelah semuanya sudah selesai maka akan tampil Network Configuration Wizard. Di bagian ini digunakan untuk mengkonfigurasikan kartu jaringan yang dipakai di komputer tersebut. Dengan memberi tanda centang pada bagian Use auto detection dan mengklik tombol OK untuk melakukan deteksi otomatis pada kartu jaringan yang ada.
16. Setelah itu akan muncul pilihan koneksi apa yang akan di pakai. Disini dipilih menggunkan koneksi LAN yang sudah terdeteksi.
17. Kemudian dibagian ini ditanyakan apakah masih mempunyai kartu antar muka lainnya. Dibagian ini dipilih No karena tidak mempunyai kartu antarmuka lain selain yang sudah ada.
18. Di bagian ini Anda dapat mengisi alamat IP beserta subnetnya yang dipakai untuk komputer tersebut atau menggunakan alamat IP otomatis (DHCP).
19. Mengisi nama Host, DNS server dan alamat gateway. Jika sudah di isi lalu klik tombol OK.
20. Jika mempunyai alamat proxy Anda dapat mengisikan alamatnya tersebut di bagian ini, jika tidak ada Anda dapat membiarkannya kosong lalu klik tombol OK.
21. Setelah semuanya sudah dikonfigurasi maka akan ditampilkan ringkasan tentang konfigurasi yang telah dibuat, jika sudah benar dapat melanjutkan proses dengan melakukan klik pada tombol OK.
22. MEMILIH SERVIS OTOMATIS WAKTU BOOT, dibagian servis yang sudah tersetting sudah dalam bentuk default Anda tinggal klik tombol OK untuk melanjutkan proses.
23. Untuk setting Bootloader biarkan dalam keadaan default klik tombol done untuk melanjutkan.
24. Di bagian Boot menu juga biarkan dalam keadaan default klik tombol done untuk melanjutkan.
25. Jika Anda membutuhkan disk boot klik tombol Yes untuk membuat disket boot, jika tidak klik tombol No.
26. MEMILIH TYPE MONITOR, untuk type monitor gunakan type monitor yang Anda pakai lalu klik tombol OK.
27. MEMILIH DRIVER DISPLAY, untuk type driver yang digunakan gunakan type driver yang Anda pakai lalu klik tombol OK.
28. MEMILIH XFREE, Untuk Xfree yang dipakai gunakan yang terbaru lalu klik tombol OK.
29. Setting resolusi yang akan digunakan, disini menggunakan 800 x 600 lalu klik tombol OK.
30. Kemudian Anda dapat mensetting agar komputer otomatis menjalankan MODE GUI waktu proses booting. Disini kita memakai mode GUI jadi klik tombol YES.
31. Dibagian ini Anda akan ditanya apakah akan melakukan update terhadap paket-paket yang sudah ada dengan menggunakan koneksi ke internet. Untuk pilihan ini Anda tidak usah melakukan proses update, maka klik tombol NO.
32. Setelah semua sudah selesai disetting dengan benar Anda dapat melakukan reboot ulang komputer dan mengambil CD yang ada di dalam komputer dan proses instalasi selesai.
BAB III
KONFIGURASI KOMPUTER
Untuk melakukan suatu konfigurasi di dalam komputer server maupun komputer client, dibutuhkan suatu program editor. Program editor yang dapat dipakai untuk melakukan editing suatu program antara lain vi, mc, pine, joe. Tetapi disini kita akan menggunakan program editor vi.
III.1 KONFIGURASI DNS
III.1.1 Setting DNS Server
File konfigurasi yang utama untuk BIND berada di bagian file “named” yang letaknya di /etc/named.conf. Komputer akan membaca konfigurasi ini jika program BIND berjalan atau aktif.
Konfigurasi File /etc/named.conf.
Zone nama_domain { ==> nama zone
type master; ==> type
file nama_path; ==> alamat direktory
};
Pada bentuk contoh diatas merupakan bentuk konfigurasi dalam pembuatan suatu domain dan di isi menjadi seperti dibawah ini.
Zone “timjatim.net” {
type master;
file “/var/named/timjatim.net.hosts”;
};
Konfigurasi Zone-File
Konfigurasi ini terdapat di dalam direktory /var/named/.
Untuk zone file timjatim.net maka harus dibuatkan juga file konfigurasi di dalam direktory /var/named/ dengan nama timjatim.net.hosts untuk mendefinisikan zone dari timjatim.net.
Isi konfigurasi file timjatim.net.hosts di dalam direktory /var/named/.
timjatim.net. IN SOA ns1.server.net (
200001201005 ; serial
7200 ; refresh 2 jam
7200 ; retry 2 jam
36000 ; expire 10 jam
7200 ) ; minimum 2 jam
timjatim.net. IN A 192.168.10.1
timjatim.net. IN NS ns1.server.net.
www.timjatim.net. IN CNAME timjatim.net.
ftp.timjatim.net. IN CNAME timjatim.net.
Keterangan :
- timjatim.net. IN SOA ns1.server.net , merupakan alamat timjatim.net yang di definisikan di dalam name server ns1.server.net.
- timjatim.net. IN A 192.168.10.1 , yaitu timjatim.net terdapat di dalam IP Address 192.168.10.1
- timjatim.net. IN NS ns1.server.net , yaitu timjatim.net terdapat di dalam name server ns1.server.net.
- www.timjatim.net IN CNAME timjatim.net., yaitu alamat www.timjatim.net merupakan alias dari timjatim.net.
- ftp.timjatim.net. IN CNAME timjatim.net, yaitu alamat ftp.timjatim.net. Merupakan alias dari timjatim.net.
Jika semua konfigurasi sudah dibuat maka anda harus merestart daemon DNS-nya terlebih dahulu dengan cara :
[root@192.168.10.1] /etc/init.d/named restart
Stopping named: [ OK ]
Starting named: [ OK ]
Jika sudah ada tampilan seperti di atas berarti konfigurasi sudah berhasil dengan baik.
III.1.2 Setting DNS Client (Resolver)
Jika melakukan akses pada host lain di internet dari sistem linux, maka komputer yang kita pakai harus dikonfigurasikan DNS-nya terlebih dahulu menjadi sebuah DNS Client, yang mana DNS client disebut juga dengan resolver.
Listing yang diberikan kepada file /etc/resolv.conf
domain timjatim.net
search timjatim.net
nameserver 192.168.10.1
Dari listing di atas diketahui bahwa “domain timjatim.net” nama domainnya yaitu timjatim.net, “search timjatim.net” dilakukan pencarian kepada domain timjatim.net dan “nameserver 192.168.10.1” merupakan alamat dari nameserver yang dihandle domain timjatim.net.
III.2 KONFIGURASI VIRTUAL HOST
Untuk membuat suatu alamat host virtual dari sebuah domain dapat dilakukan sedikit perubahan terhadap file Vhosts.conf yang terdapat di dalam direktory /etc/httpd/conf/vhosts/ .
Sebelum melakukan konfigurasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu membuatkan dahulu user yang menghandle suatu domain yang dibuatkan virtualhost-nya. Kemudian dibuatkan direktory cgi-bin, public_html dan logs di dalam direktory user tersebut.
Cara membuat user baru :
[root@192.168.10.1] adduser timjatim ?? tambah user
[root@192.168.10.1] passwd timjatim ?? isi password user
Changing password for user timjatim.
New UNIX password: timjatim ?? isi password
Retype new UNIX password: timjatim ?? isi password
passwd: all authentication tokens updated successfully.
[root@192.168.10.1] cd /home/timjatim/
[root@192.168.10.1 timjatim] mkdir cgi-bin public_html logs ?? buat direktory
jika proses pembuatan user dan direktory sudah selesai, baru melakukan konfigurasi pada file Vhost.conf seperti dibawah ini :
Listing Konfigurasi /etc/httpd/conf/vhosts/Vhosts.conf
NameVirtualHost timjatim.net
<VirtualHost timjatim.net>
ServerName timjatim.net
ServerPath /public_html/
DocumentRoot /home/timjatim/public_html/
</VirtualHost>
Jika konfigurasi sudah dibuat Anda harus merestart daemon dari virtual hosts tersebut dengan cara :
[root@192.168.10.1] /etc/init.d/httpd restart
Shutting down httpd2: [ OK ]
Starting httpd2: [ OK ]
Jika sudah ada tampilan seperti di atas berarti konfigurasi sudah berhasil dengan baik.
III.3 KONFIGURASI FTP SERVER
Pada suatu jaringan komputer sering sekali melakukan suatu proses pengiriman data, yang mana menggunakan FTP (File Transport Protocol) sebagai protokol yang digunakan sebagai proses pengiriman suatu data.
Cara mengkonfigurasi FTP Server
File konfigurasi FTP terdapat di direktory /etc/proftpd.conf
Listing konfigurasi file /etc/proftpd.conf
<VirtualHost timjatim.net>
servername "timjatim.net"
DefaultRoot /home/timjatim/public_html/
</VirtualHost>
Jika sudah anda konfigurasi anda harus merestart daemon ftp dengan cara :
[root@192.168.10.1] /etc/init.d/proftpd restart
Shutting down proftpd: [ OK ]
Starting proftpd: [ OK ]
Jika sudah terdapat tampilan diatas berarti konfigurasi sudah berjalan dengan baik.
III.4 KONFIGURASI DHCP SERVER
Untuk membuat konfigurasi pada DHCP server dapat dilihat dari contoh listing di bawah ini :
Konfigurasi file squid.conf yang terdapat di direktory /etc/squid/
ddns-update-style none;
subnet 192.168.10.0 netmask 255.255.255.0 {
# default gateway
option routers 192.168.10.1;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option domain-name "timjatim.net";
option domain-name-servers ns1.server.net;
option nis-domain "ns1.server.net";
range dynamic-bootp 192.168.10.100 192.168.10.255;
default-lease-time 21600;
max-lease-time 43200;
# we want the nameserver to appear at a fixed address
host ns {
next-server ns2.server.net;
hardware ethernet 12:34:56:78:AB:CD;
fixed-address 207.175.42.254;
}
}
Setelah dibuat konfigurasi DHCP yang ada di dalam komputer server, maka pada bagian komputer client tidak usah di isi alamat IP Address-nya (biarkan tetap menggunakan konfigurasi alamat DHCP) pada waktu proses instalasi komputer client.
III.5 KONFIGURASI PROXY SERVER
Proxy digunakan untuk jalur komunikasi untuk hubungan ke internet dan juga kebanyakan proxy yang paling sering digunakan adalah proxy untuk HTTP. Jika kita menggunakan proxy maka setiap melakukan akses untuk membuka suatu halaman web sebagian isinya akan di simpan ke dalam chache, sehingga dapat menghemat bandwith yang keluar dari jaringan ke internet. Disini kita menggunakan Squid, yaitu program proxy server yang dapat mengimplementasikan caching untuk beberapa protokol aplikasi internet.
Untuk mensetting squid.conf dapat dilihat dari contoh listing di bawah ini yang terdapat di dalam direktory /etc/squid/ .
# nomor port yang dipakai untuk http
http_port 8080
#cache untuk proxy server parent cache pada port 8080 dan icp port #3130
cache_peer proxy.server.net parent 8080 3130
#besar ram yang dipakai untuk cache
cache_mem 80 MB
#cache untuk mengatur pengguna root
cache_effective_user nobody
cache_effective_group nobody
#letak direktory cache dengan ruang 400 MB
cach_dir /var/spool/squid 400 16 256
#untuk konfigurasi akses terbatas
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl timjatim.net src 192.168.10.1/255.255.255.200
acl ip_lokal src 192.168.10.0/255.255.255.0
http_access allow timjatim.net ip_lokal localhost
http_access deny manager all
http_access deny all
icp_access allow timjatim.net ip_lokal localhost
icp_access deny all
#untuk memunculkan nama hostname jika terjadi kesalahan saat client #mengakses proxy
visible_hostname proxy.server.net
#untuk meletakkan alamat email admin
cache_mgr proxy@server.net
Setelah konfigurasi diatas sudah dibuatkan Anda dapat menjalankan program squid dengan cara seperti dibawah ini :
[root@192.168.10.1] /etc/init.d/squid start
Starting squid [OK]
Jika konfigurasi sudah benar maka akan muncul tampilan seperti diatas.
